Bandung > Bandung-Lembang (Pakar-Maribaya)

info kostbandung hanya di http://www.kosbandung.co.cc
Maribaya - Pakar mungkin tempat wisata di bandung yang cukup menyenangkan, terutama buat yang suka jalan. Taman Hutan Raya Ir.H.Djuanda atau lebih dikenal Gua Pakar terletak di kawasan bandung utara dan merupakan taman hutan raya pertama di Indonesia. Sedangkan Maribaya terletak sekitar 7 km sebelah timur kota Lembang. Di daerah seluas 5.5 ha dan ketinggian 1.000 m dpl, Maribaya mempunyai sumber air panas mineral dengan suhu hingga 46 Celcius. Konon air panas di kolam rendam Maribaya bisa menyembuhkan reumatik dan penyakit kulit lainnya.


Dengan mengeluarkan uang Rp. 3.000,- untuk karcis masuk danRp. 1000- 2000,- untuk uang parkir kendaraan kita dapat masuk ke Gua Pakar dan melihat berbagai macam flora dan fauna. Untuk flora, sekurangnya ada 112 species dari 4 famili. Ada juga jenis pohon yang sengaja dibawa oleh kaum penjajah seperti Pinus Meksiko, Mahoni Uganda, Cedar Honduras dll. Untuk jenis fauna fauna, masih dapat dijumpai sekelompok kera ekor panjang di sekitar Gua Jepang atau sekitar jalanan antara Gua pakar menuju Maribaya.

Sepanjang perjalanan antara Gua Pakar dan Maribaya, Anda dapat menikmati keindahan alam hutan dengan udaranya yang masih bersih dan segar dengan pepohonan yang menjulang dan tanaman perdu yang rimbun dengan aroma yang khas.

Bila kelelahan kita dapat beristirahat sejenak dan tidak perlu merasa khawatir akan kehausan dan kekurangan makanan. Di sepanjang perjalanan kita akan menemui penjual air lahang (air nira) atau bandrek dan bajigur, ada juga penjual pisang, jagung rebus-bakar dan ketan bakar. Untuk makanan berat ada juga suguhan nasi timbel hitam atau merah.

Tidak kalah menariknya adalah fenomena patahan lembang yang dapat Anda nikmati saat hendak memasuki kawasan Maribaya. Patahan Lembang akan semakin jelas dilihat saat memandang dari atas jembatan sebelum memasuki kawasan Maribaya, tepatnya dekat DAS Cikapundung hulu.

Kemudian perjalanan dapat dilanjutkan ke Goa Jepang dan Goa Belanda. Ada empat pintu utama untuk memasukin gua Jepang. Pada jaman pendudukan tentara Jepang di Indonesia, gua ini digunakan untuk tempat persembunyian tentara Jepang. Pembangunan gua ini dilakukan oleh tenaga kerja pribumi secara paksa yang dikenal dengan romusha. Tidak ada penerangan dalam gua, keadaan ini digunakan oleh penduduk sekitar untuk menyewakan senter dengan harga sewa 500 per-senter.

Gua Belanda merupakan jalan tembus ke balik pegunungan. Gua ini dibangun pada tahun 1918 dengan fungsi utama sebagai Pintu terowongan Air PLTA Bengkok. Karena suasana perang yang semakain bergejolak pada masa pemberontakan terhadap pemerintahan Hindia Belanda. Goa ini berubah fungsi menjadi pusat komunikasi rahasia tentara Belanda. Pada jaman kemerdekaan, goa ini berubah fungsi lagi menjadi gudang mesiu. Dan saat ini dapat dimasuki dengan aman.

Untuk memasuki kawasan Gua Pakar, bila menggunakan rute angkutan umum naik angkutan yang menuju arah Terminal Dago dan disambung dengan angkutan Ciburial sampai pintu gerbang. Sementara dari Ciroyom (Stasiun Bandung) ada angkutan yang langsung menuju pintu gerbang. Selamat mencoba !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar